Tentang Pertunjukan

Sekilas Cerita

Sebuah koloni semut menghadapi kesulitan. Berkurangnya persediaan makanan, ditambah dengan sulitnya mencari makan, membuat para semut berbeda pendapat dalam menentukan solusi. Ini diperparah dengan adanya krisis kepercayaan yang sudah melanda para koloni.

Ketika para semut bermusyawarah mencari solusi, ada dua kubu yang memiliki pendapat yang berbeda. Sebagian semut pencari makan mengklaim bahwa makanan di pulau ini sudah tidak ada lagi, sehingga tidak akan mungkin menemukan dan mendapatkan makanan. Solusi dari mereka adalah protes. Sedangkan sebagian yang lain masih bersikukuh dan percaya bahwa selama kita mau berusaha, makanan itu akan tetap ada.

Semut yang memilih terus berusaha, pergi mencari makan meskipun tahu bahwa sudah tidak ada yang dicari. Merekapun berspekulasi dengan mencoba pergi ke tempat-tempat asing yang belum pernah dijamah para semut. Ketakutan dan ketidakpercayaan membuat sebagian dari mereka menyerah. Dorongan yang terlalu keras dari ketua regu pencari makan, membuat mereka yang pada awalnya takut, menjadi berani melawan kehendak ketua. Sehingga terjadilah konflik di antara para semut pencari makan ini.

Sedangkan para semut yang protes, sepakat membuat aksi pemberontakan terhadap nasib mereka. Mereka telah berpendapat bahwa mereka harus melaporkan dan menyerahkan nasib yang mereka alami. Akan tetapi, masalah baru kemudian muncul pada kelompok semut yang akan protes. Mereka bingung dan tidak tahu harus protes kepada siapa dan dengan cara apa.

Perdebatan semakin panjang terjadi diantara para semut protes tersebut. Ada yang berpendapat bahwa mereka harus protes kepada Tuhan yang sudah menciptakan mereka. Ada juga yang menganggap bahwa  tidak seharusnya kita protes kepada Tuhan. Menurutnya, ada makhluk lain penghuni pulau ini, justru lebih sempurna dan lebih besar daripada para semut, dan merekalah yang harus bertanggung jawab atas nasib yang dialami oleh para semut. Sedangkan yang lain malah menyakini bahwa jika protes kepada Tuhan dan manusia itu bukan jalan yang semestinya. Sebagian mereka juga masih meyakini bahwa sebelum ada usaha dan kerja keras jangan buru-buru menyerahkan nasib para semut kepada Tuhan. Pada akhirnya, kubu ini pun terpecah belah.

Di lain pihak, para semut pembangun sarang terus bekerja keras membangun sarang, meskipun krisis makanan sedang berlangsung. Mereka harus tetap bekerja dan mempercayakan nasibnya pada semut pencari makan. Mereka dituntut harus tetap semangat membangun rumah demi koloni dan masa depan para semut, meskipun perut mereka sudah lama tidak terisi makanan.

Namun, kelelahan yang tidak diimbangi dengan adanya makanan, membuat kelompok ini pun berselisih pendapat. Ada yang masih berusaha sekuat tenaga demi tanggung jawab dan wujud dari kebesaran, namun ada juga yang begitu saja menyerah. Dengan sisa tenaga yang ada, mereka berusaha menyelesaikan perbedaan yang ada.

Bagaimana akhir dari masalah ini?
Dukung dan saksikan Pentas Produksi "Opera Ant Smooth" Teater Pelangi!

Klik di sini untuk memberi dukungan!


Bentuk dan Deskripsi Proyek

Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam serangkaian kegiatan sebagai berikut.

1. Pentas Produksi XIX Teater Pelangi “19th Anniversary of The Ant Smooth Kingdom

Pentas Produksi XIX merupakan program terbesar dari Teater Pelangi UM. Kegiatan yang merupakan kepanjangan tangan dari “19th Anniversary of The Ant Smooth Kingdom” ini mengangkat judul pementasan "Opera Ant Smooth (Oprak-oprak Semut)".

Pengusungan judul tersebut merupakan pengaplikasian dari sosok semut yang notabene hewan yang tergolong sangat kecil bahkan sering kali dianggap remeh namun justru memiliki sejuta kelebihan dalam hal kemampuan.

Dalam pementasan ini akan disuguhkan nuansa sosok dan kehidupan sosial dari semut. Semut memiliki kans seperti layaknya manusia, mulai dari kehidupan sosialnya, membuat tempat tinggal, dan lain sebagainya. Semut bergotong royong dalam berbagai hal seperti manusia. Membuat tempat tinggal pun semut bergotong royong dan konstruksi yang dihasilkan oleh semut pun tak tanggung-tanggung bahkan termasuk konstruksi tempat tinggal terbaik di kalangan fauna yang ada di bumi. Semut juga mampu mengangkat makanan yang beratnya berlipat-lipat kali berat tubuhnya. Sungguh bukti keagungan Tuhan yang layak ditampilkan dalam tajuk pementasan teater.

2. Pentas Festival (FESTAMASIO) “Opera Ant Smooth (Oprak-oprak Semut)

Pentas Festival (FESTAMASIO) merupakan pentas festival yang akan di helat di Kota Pahlawan, Surabaya. Di sana akan ditampilkan karya terbaik nusantara yang telah terseleksi dan "Opera Ant Smooth (Oprak-oprak Semut)" berhasil lolos menyingkirkan sekitar 60 peserta lain se-nusantara. Dalam festival teater seantero nusantara tersebut Teater Pelangi UM berhasil mengukir prestasi dengan masuk sebagai nominasi penampil terbaik bersama "Opera Ant Smooth (Oprak-oprak Semut)"-nya.


Waktu Pelaksanaan

Pentas Produksi XIX Teater Pelangi
19th Anniversary of The Ant Smooth Kingdom
Senin, 4 Februari & Selasa, 5 Februari 2013
Pukul 19.00 wib
di Gedung Sasana Budaya Universitas Negeri Malang (UM)
Jl. Semarang 5, Malang, Jawa Timur, 65145

Festival Teater Mahasiswa Nasional (FESTAMASIO) 
Opera Ant Smooth (Oprak-oprak Semut)
7 - 14 Februari 2013
di Graha 10 November Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), 
Surabaya



Contact Person

Gebby Maulansyah : 08990 470 675

Ratih Cahyaningtyas : 085 755 969 400